KUPANG – Komisi Pemilihan Umum Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menerjunkan 1.057 personil menyukseskan Gerakan Coklit Serentak (GCS), Sabtu (20/1/2018). Jumlah tersebut terdiri dari 869 orang PPDP (Petugas Pemuktahiran Data Pemilih)  ditambah pendamping 188 orang yang terdiri dari 5 Komisioner KPU Kota Kupang, 30 orang PPK dari 6 kecamatan serta 153 orang PPS dari 51 kelurahan se-Kota Kupang.

 

Turut menyukseskan GCS di Kota Kupang, Sabtu  kemarin adalah Ketua KPU Provinsi NTT, Tanti Luturmas Adoe, yang turun langsung mendampingi PPDP melakukan coklit ke rumah lima orang tokoh, yakni Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Direktur Pasca Sarjana Undana, Prof. Alo Liliweri, mantan Sekda NTT, Frans Salem, dan pensiunan Pertamina, Anton Biredoko. Ikut pula para PPS, PPK, Panwaslu Kota Kupang, Panwascam dan PPL.

 

Juru bicara KPU Kota Kupang, Daniel Bangu Ratu, menjelaskan, dari 869 orang PPDP ditargetkan bisa melakukan coklit pada 4.435 rumah karena setiap PPDP minimal harus mencoklit lima rumah warga pemilih.

 

Sejumlah tokoh sebagai “opinion leader” yang menjadi sasaran coklit oleh anggota KPU Kota Kupang antara lain mantan Wakil Gubernur NTT, Esthon L. Foenay, mantan Walikota Kupang, Daniel Adoe, pimpinan DPRD serta para pimpinan partai politik tingkat Kota Kupang.

Sebelum coklit dimulai, seluruh PPDP mengadakan apel kesiapan di sekretariat PPS dan PPK masing-masing wilayah. Cuaca cerah berawan turut mendukung kegiatan GCS di Kota Kupang hari ini. (dany ratu/kpu kota kupang)


Share this post on:

Berita Terkait

NTT Tuan Rumah Rapimnas KPU RI dan KPU Provinsi Se-Indonesia

KPU NTT Tetapkan DPT Untuk Syarat Dukungan Pilgub 2018

Ketua KPU RI Beri Kuliah Umum di Undana

12 Daerah di Indonesia Belum Tandatangani NPHD

17 September Semua NPHD Tuntas

Rapimnas KPU Kupang Hasilkan Tiga Rekomendasi