KUPANG---Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT mengingatkan partai politik pengusung, tim sukses dan tim pemenang pasangan calon gubernur-wakil gubernur  untuk mengusung visi, misi dan program kerja calon saat kampanye nanti.

 

Pembahasan tentang kampanye dilakukan KPU NTT bersama partai politik, tim penghubung, dan tim sukses di Aula KPU NTT, Selasa (23/1/2018). Semua Komisioner KPU NTT hadir. Hadir juga Sekretaris KPU NTT, Ubaldus Gogi dan beberapa pejabat di Sekretariat KPU NTT.

 

Komisioner KPU NTT, Yosafat Koli, yang memaparkan materi tentang kampanye membeberkan banyak hal teknis dan strategis tentang kampanye. Semua hal tentang kampanye, kata Yosafat, sudah digariskan dalam peraturan KPU. “Semua sudah diatur. Dari model kampanye sampai alat peraga kampanye, dari debat publik hingga kampanye media,” kata Yosafat.

 

Tahapan kampanye dimulai tanggal 15 Februari 2018 didahului dengan deklarasi kampanye damai. Kampanye berlangsung hingga tanggal 23 Juni 2018.

 

Selaku penyelenggara pemilu, kata Yosafat, KPU NTT berharap agar isi kampanye itu tentang visi, misi dan program kerja dari para calon. “Angkat visi,misi dan program kerjanya,” tegas Yosafat.

 

Yosafat juga mengingatkan, tahapan kampanye itu baru dimulai tanggal 15 Februari 2018. “Tetapi sekarang di media-media, terutama media sosial sudah ramai sekali,” kata Yosafat.

 

Kampanye media, kata Yosafat, baru dimulai tanggal 10-23 Juni 2018. “Kalau sekarang sudah banyak tulisan di koran-koran itu nanti menjadi perhatian Bawaslu,” katanya.

 

Dalam sesi diskusi Komisoner KPU NTT, Thomas Dohu, juga mengingatkan tentang model dan isi alat peraga kampanye. “Sebagai penyelenggara kami mengingatkan format B yang menyertakan partai politik pengusung, maka partai politik itulah yang akan muncul dalam desain alat peraga kampanye baik itu baliho, spanduk, umbul-umbul maupun liflet sehingga tidak ada lagi  desain-desain alat peraga kampanye yang melanggar aturan,” tegas Dohu.

 

Terkait  tim kampanye, Thomas juga  menegaskan kepada tim pemenangan ke-4 pasangan calon agar hanya nama-nama tim kampanye yang telah dimasukkan ke KPU NTT itulah yang akan melakukan kampanye dalam tahapan kampanye nanti. “Minimal teman-teman tim pemenangan yang telah memasukkan nama-nama tim kampanye dari provinsi, kabupaten bahkan kecamatan ke KPU NTT, maka merekalah yang akan melakukan kampanye sebagaimana alokasi waktu yang telah ditentukan, tidak boleh ada orang lain lagi yang melakukan kampanye selain dari nama-nama yang telah dimasukkan di KPU NTT,” tegas Thomas. (tim media kpu ntt)


Share this post on:

Berita Terkait

NTT Tuan Rumah Rapimnas KPU RI dan KPU Provinsi Se-Indonesia

KPU NTT Tetapkan DPT Untuk Syarat Dukungan Pilgub 2018

Ketua KPU RI Beri Kuliah Umum di Undana

12 Daerah di Indonesia Belum Tandatangani NPHD

17 September Semua NPHD Tuntas

Rapimnas KPU Kupang Hasilkan Tiga Rekomendasi