KUPANG—Menurut agenda, pukul 10.00 Wita, rapat pleno penetapan pasangan calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur NTT dimulai. Hotel Aston, Kupang dipilih menjadi tempat rapat pleno digelar.

 

Pada waktu yang ditetapkan,yakni pukul 10.00 Wita, belum ada pasangan calon yang datang menempati kursi yang telah disediakan. Pada pukul 10.25 Wita baru terlihat pasangan Esthon Foenay- Chris Rotok bersama istri dan partai pengusung serta tim pendukung.

 

Setelah beberapa saat, pasangan Benny Harman-Benny Litelnoni yang juga didampingi istri serta partai pengusung dan juga tim pendukung memasuki ruangan yang sudah disediakan. Selang beberapa menit muncul pasangan Victor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi tanpa didampingi istri. Pasangan ini didampingi partai pengusung dan tim pendukung.  Terakhir muncul calon wakil gubernur, Emelia J. Nomleni bersama beberapa anggota PDI Perjuangan memasuki ruangan tanpa didampingi Marianu Sae,  calon gubernur.

 

Marianus Sae tidak bisa mendampingi Emy Nomleni karena sedang  menjalani pemeriksaan KPK di Jakarta. Marianus Sae terjaring OTT (operasi tangkap tangan) KPK di Surabaya.

 

Emy Nomleni mengenakan blus putih dan rok hitam  mengikuti serangkaian cara rapat pleno penetapan pasangan calon gubernur-wakil gubernur.

 

Usai acara penetapan, Emy  tidak menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. Dia  langsung beranjak dari tempat duduknya dikawal pendukung menuju pintu keluar.

 

Penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tahun 2018 dilakukan di Ruang Valesio I Hotel Aston Kupang. Pasangan Victor-Josef merupakan pasangan yang hadir lebih awal dari pasangan lain, diikuti oleh pasangan Esthon-Christ, setelah itu pasangan Benny-Benny.

 

Emy Nomleni datang didamping Ketua Tim Pemenangan PDI-P, Victor Mado Watun. Kepada wartawan Viktor Mado  Watun mengatakan, pihaknya tetap mengkuti proses dan seluruh tahapan yang telah ditetapkan KPU NTT.  “Kami tetap dan sangat optimis dengan calon yang kami dukung saat ini,” tegas mantan Wakil Bupati Lembata ini.

 

MS Tetap Ditetapkan

 

Meski berstatus tangkapan KPK, Marianus Sae tetap ditetapkan KPU NTT sebagai calon gubernur yang berpasangan dengan Emelia J Nomleni. Alasannya, Marianus Sae memenuhi syarat pencalonan dan syarat calon sesuai dengan peraturan KPU.

 

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, ketika dikonfirmasi terkait ketidakhadiran Marianus Sae mengatakan, KPU NTT sudah dengan resmi melakukan rapat pleno penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tahun 2018.

 

“Kami sudah menetapkan empat pasangan calon yang ikut dalam pemilihan pada 27 Juni mendatang meskipun ada peristiwa yang menimpa salah satu calon Gubernur NTT.  Namun di dalam peraturan KPU No.3 Tahun 2017  pasangan calon dapat diganti apabila tidak memenuhi syarat kesehatan, meninggal dunia atau ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Oleh karena itu kami menunggu,” kata Maryanti.

 

KPU NTT, kata Maryanti, tetap memutuskan sesuai dengan apa yang tertuang dalam regulasi. “Jadi tidak ada pasal atau ayat pun di dalam peraturan KPU No. 3 dan No. 15 tentang pencalonan yang menyatakan bahwa kalau seseorang calon terkena masalah misalnya akan dianulir, namun tidak ada sehingga kami tetap pada regulasi yang ada,” tegasnya.

 

Menurut Maryanti, yang diatur itu kalau partai politik pengusung ingin mengganti pasangan calon  ketika sudah punya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Itu pun ada batas waktunya dan batas waktu paling lambat itu H-30 atau 30 hari sebelum pemungutan dan perhitungan suara.

 

“Saat ini kenapa kami tetap menetapkan yang bersangkutan menjadi calon gubernur karena syarat pencalonan dan syarat calon memang memenuhi syarat sesuai dengan peratuaran KPU NTT tentang pencalonan,” imbuhnya.   (tim media kpu ntt)


Share this post on:

Berita Terkait

NTT Tuan Rumah Rapimnas KPU RI dan KPU Provinsi Se-Indonesia

KPU NTT Tetapkan DPT Untuk Syarat Dukungan Pilgub 2018

Ketua KPU RI Beri Kuliah Umum di Undana

12 Daerah di Indonesia Belum Tandatangani NPHD

17 September Semua NPHD Tuntas

Rapimnas KPU Kupang Hasilkan Tiga Rekomendasi