KUPANG—Hasil penarikan nomor urut pasangan calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur NTT menempatkan paket Esthon Foenay-Christian Rotok di nomor satu disusul berturut-turut Marianus Sae-Emelia J Nomleni, Benny K Harman-Benny Litelnoni dan terakhir Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi di nomor urut empat.

 

Penarikan nomor urut pasangan calon dilakukan dalam rapat pleno penarikan nomor urut pasangam calon di Aston Hotel, Kupang, Selasa (13/2/2018). Penarikan nomor urut dihadiri pasangan calon bersama pengurus partai pengusung dan tim pemenang.

 

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, membuka rapat pleno penarikan nomor urut pasangan calon. Sebelum menakukan penarikan, Maryanti mengatakan, "Pada hari ini kami mendapat pemberitahuan dari partai politik pengusung pasangan calon Marianus Sae dan Emelia J. Nomleni bahwa Marianus Sae tidak hadir pada hari ini karena menjalani proses hukum. Namun calon Wakil Gubernur NTT, yakni Emelia J. Nomleni hadir bersama-sama dengan kita sehingga tidak perlu pendelegasian dari petugas untuk mewakili pasangan calon tersebut."

 

 

Tetap Maju

 

Calon Wakil Gubernur NTT, Emelia Nomleni, menegaskan bahwa dirinya akan tetap maju dalam pemilihan Gubernur NTT Juni 2018 mendatang walaupun tanpa didampingi oleh calon Gubernur, Marianus Sae yang terjerat kasus penyuapan dan ditangkap oleh KPK.

 

"Saya akan tetap maju sampai garis finis. Ini tekad saya dan saya pasti bisa," katanya kepada wartawan usai mengikuti rapat pleno penarikan nomor urut calon.

 

Emy, sapaan politisi PDIP ini, mengatakan bahwa dirinya tetap menghormati proses yang sudah ditetapkan baik oleh KPU kepada dirinya dan partai pengusung serta proses hukum yang menimpa pasangannya, Marianus Sae. "Untuk pernyataan jelasnya dari tim pemenangan akan memberikan keterangan pers dalam waktu dekat ini," tuturnya.

 

Usai menerima nomor urut, Emy sempat meneteskan air mata sambil mengangkat nomor urut dua yang dipilihnya saat pleno tersebut. Emy mengaku bahwa tangisan itu adalah tangisan bahagia yang akan terus memotivasi dirinya untuk terus berjuang dalam pemilihan Gubernur NTT yang menghadirkan empat pasangan tersebut.

 

Emy menegaskan bahwa sudah saatnya NTT memiliki pemimpin perempuan. Dan menurutnya ia akan membuktikan seiring waktu berjalan. "Sudah saatnya kaum perempuan maju. Saya akan membuktikan bahwa saya bisa sendiri maju dan berjuang serta bersaing dengan pasangan yang lain," tuturnya. (tim media kpu ntt)


Share this post on:

Berita Terkait

NTT Tuan Rumah Rapimnas KPU RI dan KPU Provinsi Se-Indonesia

KPU NTT Tetapkan DPT Untuk Syarat Dukungan Pilgub 2018

Ketua KPU RI Beri Kuliah Umum di Undana

12 Daerah di Indonesia Belum Tandatangani NPHD

17 September Semua NPHD Tuntas

Rapimnas KPU Kupang Hasilkan Tiga Rekomendasi