KUPANG—Semua yang hadir sumringah. Pakaian yang dikenakan dominan kain tenun ikat dalam beragam motif dan mode. Wajah-wajah pimpinan partai, anggota Forkompimda NTT, bakal calon gubernur dan wakil gubernur, tim sukses para bakal calon gubernur-wakil gubernur semuanya memperlihatkan kegembiraan luar biasa. Para penari tampil memukau dan sungguh menghibur.

 

Gambaran ini seakan menjadi sinyal dari KPU NTT agar semua masyarakat NTT memasuki, mengikuti, mencermati, mengambil bagian dan mengawal tahapan-tahapan  Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur  NTT dan pemilihan umum kepala daerah serentak di 10 kabupaten plus tahun 2018. Kemeriahan acara ini menandai peluncuran tahapan-tahapan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT tahun 2018 oleh KPU NTT yang dilangsungkan di Aula El Tari Kupang, Sabtu (14/10/2017) pagi.

 

"Peluncuran ini bukan ukuran bahwa KPU NTT akan memulai pelaksanaan pilgub, tetapi hanya untuk memberi pesan kepada publik karena tahapan-tahapan sudah kami lakukan," kata Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, dalam sambutannya pada peluncuran Pemilihan Umum 2018 itu.

 

Menurut dia, tahapan-tahapan pelaksanaan Pilgub NTT sudah dimulai sejak September lalu. Saat ini KPU sudah mulai memasuki tahapan pembentukan panitia adhoc yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Tahapan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) ini akan berlangsung hingga 11 November 2017.

 

Menurut Maryanti, para petugas sedang melakukan sosialisasi pembentukan di kecamatan dengan para camat dan kepala desa/lurah untuk memfasilitasi menerima berkas pendaftaran dari masyarakat yang berkeinginan untuk menjadi panitia adhoc.

 

Dia menambahkan, pada 22-26 November 2017, KPU akan membuka kesempatan bagi bakal calon perseorangan untuk menyerahkan syarat dukungan kepada KPU. Pada acara peluncuran itu, KPU menyerahkan buku tahapan program dan jadwal kepada pihak terkait.

 

Terkait pembentukan panitia ad-hoc, Maryanti mengatakan akan mendelegasikan kewenangan pembentukan atau perekrutan panitia ad-hoc untuk Pilgub NTT kepada KPU kabupaten. "KPU di kabupaten/kota yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga KPU NTT mendelegasikan kewenangan kepada KPU kabupaten/kota," katanya.

 

Acara peluncuran itu dihadiri  Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnini, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno,  sejumlah pimpinan partap politik, beberapa bakal calon gubernur-wakil gubernur seperti Kristo Blasin, Melki Laka Lena, Esthon Foenay,  (tim media kpu ntt)


Share this post on:

Berita Terkait

NTT Tuan Rumah Rapimnas KPU RI dan KPU Provinsi Se-Indonesia

KPU NTT Tetapkan DPT Untuk Syarat Dukungan Pilgub 2018

Ketua KPU RI Beri Kuliah Umum di Undana

12 Daerah di Indonesia Belum Tandatangani NPHD

17 September Semua NPHD Tuntas

Rapimnas KPU Kupang Hasilkan Tiga Rekomendasi