KUPANG—Ketua dan anggota Komisi Pemilihan Rote Ndao tetap aktif menjalanan tugas dan tidak diberhentikan. Yang benar Ketua KPU diberhentikan tetap dari jabatannya dan empat anggota yang lain diberi peringatan keras.

 

“Keputusan terakhir  yang benar. Menurut keputusan terakhir itu tidak benar ketua dan anggota KPU Rote Ndao itu diberhentikan. Ketuanya diberhentikan secara tetap dari jabatannya sebagai ketua, dan tiga anggota diberi peringatan keras,” kata Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli, di ruang kerjanya, Senin (11/6/2018).

 

Yosafat mengatakan itu menanggapi pemberitaan bahwa ketua dan anggota KPU Rote Ndao diberhentikan. Sebagaimana ramai diberitakan media, Ketua KPU Rote Ndao, Berkat NMF Ngulu, dan anggotanya dibehentikan dari jabatan dan posisi mereka sebagai ketua dan anggota KPU Rote Ndao.

 

Ketua dan  anggota KPU Rote Ndao  diadukan Jonas Matheos Sely, seorang PNS di Pemkab  Rote. Jonas mengadukan KPU Rote karena penyelenggara pemilu kada ini menetapkan Drs. Mesakh Nitanel Nunuhitu sebagai calon Bupati Rote Ndao, padahal  yang bersangkutan masih berstatus PNS aktif.

 

Dalam sidang etik atas kasus ini, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengabulkan permohonan Jonas selaku penggugat.

 

Yosafat membenarkan keputusan DKPP itu. “Hanya mereka tidak diberhentikan dari KPU. Yang benar dalam putusan itu DKPP memberhentikan secara tetap dari jabatan Ketua KPU Rote Ndao untuk ketua selaku teradu satu. Sedangkan anggota yang lain, yakni Lukas D. Saudale (teradu dua), Fadjar Th. M Henukh (teradu tiga), AJ Ndoen (teradu empat) dan Hofra A Anakay (teradu lima) diberi peringatan keras. Ini salinan putusan yang benar. Putusan ini ditetapkan DKPP dalam sidang etik 6 Juni 2018,” jelas Yosafat.

 

Yosafat mengatakan, meski dijatuhi hukuman seperti itu, ketua dan empat anggota KPU Rote Ndao tetap bekerja seperti biasa. “Semua tahapan dan proses pemilu kada di Rote Ndao tetap berjalan seperti biasa,” tegas Yosafat.

 

Merespon putusan DKPP itu, jelas Yosafat, KPU NTT sudah mengambil beberapa langkah dan sikap. Pertama, KPU NTT mengeluarkan surat keputusan memberhentikan Ketua KPU Rote Ndao dari jabatannya sebagai ketua. Kedua, mengeluarkan surat peringatan keras kepada seluruh anggota KPU Rote Ndao; dan ketiga, mengeluarkan surat perintah untuk memilih salah satu dari anggota KPU Rote Ndao untuk menjadi ketua.

 

“Secepatnya kita akan kirim semua surat itu supaya semua proses dan tahapan pemilu di Rote Ndao tetap berjalan sebagaimana biasa,” kata Yosafat. (tim media kpu ntt)


Share this post on:

Berita Terkait

NTT Tuan Rumah Rapimnas KPU RI dan KPU Provinsi Se-Indonesia

KPU NTT Tetapkan DPT Untuk Syarat Dukungan Pilgub 2018

Ketua KPU RI Beri Kuliah Umum di Undana

12 Daerah di Indonesia Belum Tandatangani NPHD

17 September Semua NPHD Tuntas

Rapimnas KPU Kupang Hasilkan Tiga Rekomendasi