KUPANG—Pasangan calon Esthon Foenay-Christian Rotok menjadi pasangan pertama yang mendeklarasikan diri. Deklarasi pasangan ini di GOR Oepoi Kupang, Sabtu (7/10/2017), dihadiri simpatisan, keluarga dan pengurus partai pendukung.

 

Paket ini maju dari  pintu Partai Gerindra dan PAN didukung Partai Perindo.  Farry Francis pada acara deklarasi tersebut meminta Esthon dan Christ untuk tidak berubah di mana pun dan kapan pun. Esthon-Christ diminta  melayani  masyarakat sesuai dengan hati nurani dan tidak boleh memilah untuk memberikan kesejahteraan.

"Jangan pernah berubah, tetaplah menjadi Esthon dan Christ yang bisa bergaul dengan masyatakat yang punya hati nurani dan melayani masyarakat dengan sungguh. Jangan pernah lelah melayani masyarakat yang butuhkan perubahan. Satu hal yang menjadi tugas penting yakni jaga NTT dan jaga keberagaman NTT. Jangan pernah merusaknya hanya karena kepentingan semata," kata Farry.

Dalam deklarasi kebangsaan paket Eston-Christ tersebut hadir juga ‘pesaing’ mereka yakni Jacky Uly dan Melki Lakalena yang digadang-gadang keluar dari pintu Nasdem dan Golkar. Tampak juga  Walikota dan Wakil Walikota Kupang. 

Christ Rotok, calon wakil gubernur yang mendampingi Esthon Fonai, menyatakan dengat tegas jika ingin berpasangan harus mencari pasangan yang saling mengenal dan saling menjaga satu sama lain.  

"Pak Esthon adalah sahabat baik saya sejak dulu. Dan saat ini kami bertekad bersatu untuk maju dalam sebuah perhelatan politik untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Agar menjadi satu, hati harus terikat dan jantung harus terpaut sehingga apa pun yang dilakukan akan memberikan sebuah hasil yang baik," jelasnya.

Christ juga menyinggung program pro rakyat yang akan dilakukan jika nanti dipercayakan menjadi wakil gubernur. Pihaknya akan lebih proritaskan membangun dari pinggiran, karena masayarakat miskin itu ada di pinggiran sehingga nantinya lebih fokus di daerah pinggiran. "Daerah miskin itu ada di pinggiran dan pembangunan dimulai dari pinggiran, tidak bisa kita hanya hidup di kota yang semuanya serba ada. Cobalah kita tengok ke  pinggiran sehingga kita merasakan bagaimana masyarakat kita hidup dalam.kemiskinan," kata mantan Bupati Manggarai ini.

Setelah Christ Rotok menyampaikan pandangannya, Esthon Foenay naik ke atas panggung untuk menyapa semua yang hadir. "Cukuplah wakil saya yang berbicara dan saya cukup memantau saja karena semuanya memang akan seperti ini,” kata Esthon.

Eston memberikan sedikit nasihat kepada semua pasangan calon bupati dan gubernur yang akan bersaing di tahun 2018 mendatang agar berpolitik secara sehat dan benar sehingga benar-benar menjadi seorang politisi  yang baik. "Bersaing dan berpolitiklah secara baik sehingga kita benar-benar menjadi politisi yang berkualitas dan menjadi panutan bagi masyarakat," harap mantan Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Frans Lebu Raya periode 2008-2013 ini. (tim media kpu ntt).


Share this post on:

Berita Terkait

NTT Tuan Rumah Rapimnas KPU RI dan KPU Provinsi Se-Indonesia

KPU NTT Tetapkan DPT Untuk Syarat Dukungan Pilgub 2018

Ketua KPU RI Beri Kuliah Umum di Undana

12 Daerah di Indonesia Belum Tandatangani NPHD

17 September Semua NPHD Tuntas

Rapimnas KPU Kupang Hasilkan Tiga Rekomendasi