Hal ini disampaikan salah satu nara sumber dalam kegiatan Focus Group Discussion Penyusunan Materi Pendidikan Pemilih yang digelar Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (Selasa, 18 Agustus 2020) Dr Petrus Andung.

Menurut Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana ini, untuk menentukan strategi komunikasi yang efektif dalam pendidikan pemilih perlu ada pengenalan akan khalayak atau pemilih yang menjadi tujuan penyampaian informasi pemilu. Kepada para peserta kegiatan yang berasal dari Komunitas Peduli Pemilu, Persani, LSM Bengkel Appek serta 9 KPU Kabupaten penyelenggara Pemilihan Tahun 2020 yang turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Petrus Andung menguraikan poin poin penting dalam merancang strategi komunikasi yang diawal dengan identifikasi masalah komunikasi, menetapkan tujuan komunikasi, mengidentifikas khalayak, menentukan pesan-pesan kunci serta memilih alat (tools) komunikasi yang tepat.

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur Maryanti L. Adoe turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Materi yang dibawakannya adalah Pendidikan Pemilih di Tengah Pandemi Covid-19. Menurut Maryanti pada masa Pandemi Covid-19 penting untuk selalu memperhatikan mind set pemilih agar penyelenggara dapat menentukan metode atau strategi komunikasi yang tepat. Ia juga menegaskan perlunya evaluasi dalam setiap metode sosialisasi yang telah dilakukan

Kegiatan FGD yang berlangsung kurang lebih 4 jam di aula Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur ini berlangsung dengan baik. Para peserta kegiatan antusias membagi pengalaman melakukan pendidikan pemilih dengan beragam segmen pemilih dan kendala-kendala yang ditemui.

 

 


Share this post on:

Berita Terkait

NTT Tuan Rumah Rapimnas KPU RI dan KPU Provinsi Se-Indonesia

KPU NTT Tetapkan DPT Untuk Syarat Dukungan Pilgub 2018

Ketua KPU RI Beri Kuliah Umum di Undana

12 Daerah di Indonesia Belum Tandatangani NPHD

17 September Semua NPHD Tuntas

Rapimnas KPU Kupang Hasilkan Tiga Rekomendasi