BADAI BELUM BERLALU

 

Oleh : Agus Ola Paon

Ketua Tim Penanganan Covid KPU  Prov. NTT

 

           

Corona Virus Disease atau Covid-19 belum menunjukan adanya tanda-tanda penurunan. Juru bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona disease atau Covid-19, pada Jumad, 26 Juni 2020 mengatakan bahwa berdasarkan kajian para ahli ada tiga lokasi yang berpotensi menjadi titik-titik baru penularan Covid-19. Ketiga titik tersebut yakni, pertama, ruangan kantor, kedua, rumah makan, kantin dan restorandan yang ketiga sarana transportasi massal.  Ketiga titik ini berpotensi ditengah  penerapan tatanan hidup baru yang memberi  pelonggaran untuk beraktivitas  seperti bekerja di kantor, pembukaan kembali  rumah makan  dan restoran  dan transportasi massal yang kembali beroperasi.

 

Sejak 15 Juni 2020, kita semua telah memasuki era new normal atau normal baru dengan  menjalani tatanan hidup baru ditengah masih mewabahnya Coronoa Virus Disease atau Covid-19. Memasuki era ini,  bukan berarti ada jaminan bahwa covid-19  akan segera berakhir penularannya.Perkembangan penularan yang hingga kini masih fluktuatif menjadi indikasi bahwa covid-19 masih ada ditengah kita, sebagaimana kajian para ahli terkait tiga titik  baru yang berpotensi sebagai titik penularan. Atas hasil kajian ini, maka tiada cara lain, selain langkah pencegahan serta  patuh dan taat menjalani protokol kesehatan sebagai kebiasaan  yang terpolakan  untuk  dimana saja, kapan saja dan berlaku untuk siapa saja.

 

Kantor sebagai contoh

Peringatan para pakar terkait ruang kantor menjadi salah satu titik potensial penularan Covid-19 menjadi tantangan sekaligus cambuk  yang perlu dihadapi disaat aktivitas perkantoran kembali dibuka dengan menerapkan bekerja dari kantor (WFO). Peringatan ini mestinya mendorong  setiap perkantoran untuk menjadikan masing-masing kantor sebagai tempat contoh penerapan protokol kesehatan bagi karyawan dan  masyarakat umum. Hal ini dirasa perlu  karena kantor  menjadi tempat konsentrasi  dan interaksi semua  karyawan termasuk tamu dalam kaitannya dengan pelayanan publik dalam kurun  waktu  tertentu sesuai  jam kerja, misalnya  bagi yang ASN selama delapan jam kerja  per hari dan  pada lembaga –lembaga tertentu seperti BUMN dan Swasta lainnya bisa lebih dari delapan jam. Terlepas dari apakah semua perkantoran dan lembaga  telah menerapkan protokol kesehatan secara maksimal, namun satu hal yang penting adalah bahwa penerapan protokol kesehatan dipandang perlu dan prioritasagar memberi  jaminan bagi karyawan untuk dapat melaksanakan tugas secara nyaman yang berdampak pula pada kinerjanya terhadap lembaga.   Jaminan  inipun sesungguhnya  memberi  efek positif terhadap  rasa aman dan nyaman  bagi lingkungan yang lain karena setelah bekerja selama sekian jam tersebut karyawan dapat saja  melakukan mobilitas selain kembali berkumpul bersama dengan anggota keluarganya di rumah.

 

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan  RI Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020  Tentang Panduan Pencegahan  dan Pengendaian Covid-19  di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri  dalam mendukung keberlangsungan usaha pada masa pandemi , maka terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tempat kerja yakni: pertama,  melakukan assessment tingkat resiko penularan Covid-19  dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan, besarnya sektor usaha serta  faktor resiko pekerjannya;  kedua, mempersiapkan tempat kerja  yang aman dan sehat serta ketiga, melakukan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif dan rutin.

 

Penerapan protokol  kesehatan di kantor atau lingkungan kerja  sebagai tindak lanjut Keputusan Menkes tersebut dilakukan melalui beberapa upaya pencegahan standar  seperti penyediaan sarana cuci tangan, pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki ruangan yang wajib dilakukan untuk setiap kali karyawan atau tamu memasuki kantor,  desain ruang kerja yang berjarak nyaman  antar karyawan, tetap bermasker selama berada di ruang kerja, penggunaan sarana pendingin ruangan yang perlu dikontrol agar tidak menjadi media yang membantu penyebaran virus serta  kebijakan meniadakan absensi elektronik dan berbagai kebijakan lainnya untuk meningkatkan imunitas tubuh yang  pada intinya untuk mencegah penularan covid-19.

 

Selain protokol standar yang diberlakukan, Self Assessment menjadi hal yang penting dan  wajib di terapkan untuk semua tempat kerja baik itu perkantoran maupun industri.  Pentingnya self assessment bagi karyawan pada hari pertama masuk kerja  setiap minggu  bertujuan  memastikan kondisi   setiap karyawan  dan tingkat resikonya sehingga dilakukan upaya pencegahan secara dini bagi yang beresiko tinggi sesuai hasil assessment dengan merujuk  standar yang diberlakukan. Self assessment bagi ASN misalnya dipandang perlu mengingat terdapat dua hari libur yang aktivitas karyawannya  selama hari libur tersebut  dapat saja beresiko terhadap dirinya dan sesama karyawan  sehingga dengan  self assesment dapat dipastikan tingkat resikonya sehingga dapat  diambil kebijakan sesuai tingkat resiko tersebut. Untuk mendukung self assessment ini, setiap karyawan juga  harus bisa melakukan deteksi diri sendiri atau self monitoring sehingga dapat melaporkan  jika mengalami demam/ sakit tenggorokan/batuk.pilek selama bekerja.

 

Sebagai contoh pengalaman pada lembaga KPU, penanganan covid  secara hirarkis telah diatur dalam  regulasi  SE Ketua KPU Nomor 19 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja dalam Tatanan Normal Baru  di lingkungan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.  Dalam regulasi tersebut diatur untuk penanganan covid-19 dilingkungan KPU sesuai tingkatan di bentuk tim penanganan covid yang mempunyai tugas melaksanakan penerapan protokol kesehatan sesuai standar yang diterapkan. Selain menerapkan protokol standar, salah satu kegiatan yang wajib dilakukan adalah self assessment  untuk semua karyawan yang wajib dilapor pada setiap hari minggu atau sehari sebelum masuk kantor dalam minggu tersebut  dengan menggunakan aplikasi. Hasil  self assessment setiap karyawan akan dinilai oleh tim penanganan covid dengan merujuk pada regulasi KPU dan memberikan keputusan terhadap hasil self assessment berupa rekomendasi  bagi yang beresiko agar tetap melaksanakan pekerjaan dari rumah selama tiga hari berturut-turut.

 

Dengan pengaturan seperti ini  maka penegakan disiplin  terhadap protokol covidpun  harus berjalan  konsisten seperti  menolak siapapun yang datang baik itu karyawan maupun tamu  tanpa masker serta yang suhu tubuhnya  diatas ketentuan yang ditetapkan untuk lingkungan KPU dengan batas suhu maksimal 37,3  derajad celsius. Dengan penegakan disiplin ini maka perlu dibangun pula kesadaran bersama untuk menerima kondisi ini sebagai sebuah kebiasaan baru  yang diharapkan berlaku merata tanpa pengecualian karena pertimbangan jabatan dan peran.

 

Tetap Waspada     

Perkembangan kasus covid-19 dalam sebulan terakhir terus meningkat dengan angka positif tertinggi terjadi pada tanggal 27 Juni 2020 yang mencapai 1.385 positif Covid-19. Total akumulasi kasus secara nasional per 28 Juni 2020 adalah  54.010 kasus positif,  22.936 sembuh dan yang meninggal 2.754. Kurva penularan yang  tak kunjung menurun ini   menuntut kita semua untuk tetap waspada.  Kewaspadaan ini perlu dibangun melalui kepatuhan untuk menjalani  langkah-langkah pencegahan sesuai protokol kesehatan  dengan tetap selalu pakai masker, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan, dan jaga jarak.

 

Seiring dengan penerapan tatanan hidup baru, dan ajakan berdamai dengan Covid-19 maka upaya untuk pencegahan mestinya dibangun  dari diri sendiri ( self Preventif). Era  normal baru yang mendorong perlunya adaptasi kebiasaan baru ini telah  diikuti pula dengan pencabutan  berbagai ketentuan yang sifatnya pelarangan pada masa darurat bencana   seperti  pencabutan maklumat Kapolri  tentang Kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Corona Virus Disease  atau Covid-19 yang  bertujuan  untuk memberi kesempatan bagi masyarakat untuk berproduktif  pada masa normal baru ini. 

 

Dengan pelonggaran terhadap hal ini maka  adalah disiplin protokol kesehatan harus  diperketat dan dibangun atas kesadaran  diri sendiri, kelompok dan lingkungan yang saling mendukung untuk terciptanya diri  dan lingkungan yang sehat. Realitas di lapangan menunjukan bahwa  masih terdapat obyek-obyek tertentu yang sudah mulai longgar penerapan protokol kesehatan seperti di pelabuhan dan  di pasar serta  tempat-tempat keramaian lainnya yang dilakukan dengan kerumunan tak berjarak  bahkan ada yang tanpa masker   menjadi hal yang biasa seperti masa sebelum covid berkecamuk.

 

Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini terjadi  pada  obyek-obyek yang berkaitan dengan usaha jasa. Ada kondisi dilematis yang  dihadapi bahkan dengan pilihan yang sulit seperti pengelola rumah makan dan restoran mungkin saja tak sanggup menolak  pengunjung yang  datang tanpa masker  atau dengan suhu diatas ketentuan sekalipun hal ini sangat beresiko, namun untuk kepentingan bisnisnya maka langkah pencegahan diabaikan. Dari sisi  pengguna jasa transportasi seperti pengguna jasa  ojek on line yang karena tuntutan kebutuhan dan waktu tidak mempedulikan tukang  ojek yang tak menggunakan masker dan pelindung diri lainnya. Inilah  contoh kecil dari sekian kasus yang saat ini terjadi di lapangan yang menggambarkan betapa beresikonya penularan Covid-19  serta mulai kendornya kepatuhan di tengah masyarakat.  Untuk itu diri kita wajib  menjadi garda terdepan untuk melakukan pencegahan sebagaimana pesan pepatah” Kalau aku bukan untuk diriku mengharap siapa lagi, dan kalau aku hanya untuk diriku, untuk apa aku ini.

 

Dinamika kehidupan sosial memang sering dihadapi dengan dua kondisi yakni pro dan kontra. Ketika ada kepatuhan disana pasti ada  juga ketidakpatuhan, begitu juga dengan disiplin dan berbagai upaya lain untuk mencegah penularan covid-19.  Membangun optimisme dalam diri dan lingkungan bahwa badai ini pasti berlalu juga penting, namun kita  juga perlu realistis bahwa sampai saat ini Covid-19 masih ada di tengah kita, sehingga wajar kalau badai belum berlalu,namun satu hal yang penting  adalah kita tak boleh lengah ditengah badai. =====

 

Telah dipublikasikan pada Harian Timor Express Edisi 2 Juli 2020


Share this post on: