KPU Provinsi NTT Menjadi Narasumber Pendidikan Pemilih Bertema Demokrasi, Literasi Digital, dan Partisipasi Politik Dalam Kegiatan Latihan Kader (LK) 2 Nasional
Kupang, ntt.kpu.go.id — Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih dengan materi Demokrasi, Literasi Digital, dan Partisipasi Politik dalam rangkaian kegiatan Latihan Kader (LK)II Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang. Kegiatan ini berlangsung di Balai Penelitian Kehutanan Kupang, Jumat (23/1).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Anggota KPU Provinsi NTT Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Baharudin Hamzah, diikuti peserta LK II Nasional dari berbagai daerah, sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan dan pemahaman demokrasi kader HMI.
Dalam pemaparannya, Baharudin Hamzah menegaskan, demokrasi di era digital menuntut penguatan literasi demokrasi dan literasi digital yang disertai kesadaran kritis. Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah bereaksi secara emosional maupun menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya. Informasi viral tanpa kejelasan sumber, menurutnya, berpotensi merusak rasionalitas pemilih, mencederai reputasi calon, serta memengaruhi hasil pemilihan.
Lebih lanjut Bahar menegaskan, perkembangan teknologi digital memberikan dampak positif bagi demokrasi Indonesia, seperti mempermudah kampanye politik, memperluas ruang ekspresi publik, dan mendorong partisipasi politik masyarakat. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa manipulasi informasi, adu domba, dan dominasi kepentingan tertentu yang dapat melemahkan kualitas demokrasi.
Lebih jauh mantan anggota Bawaslu Provinsi NTT itu menekankan petingnya setiap suara. Ketidakpartisipasian justru membuka peluang terpilihnya pemimpin yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, partisipasi politik tidak hanya berhenti pada pemberian suara, tetapi juga mencakup pengawalan dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan pascapemilu.
di akhir materinya Bahar berharap, KPU Provinsi NTT terus berkolaborasi dengan HMI serta berbagai simpul masyarakat sipil lainnya sebagai garda terdepan dalam menjaga literasi dan rasionalitas pemilih di tengah disrupsi digital. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama peserta yang menyampaikan berbagai perspektif dan pandangan kritis terkait pemilu dan demokrasi.