KPU Provinsi NTT bersama Universitas Kristen Artha Wacana Kupang membahas rencana kerja sama pendidikan pemilih
Kupang, ntt.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama pimpinan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Selasa (24/2/2026) membahas rencana kerja sama pendidikan pemilih KPU Mengajar, kapasitas sumber daya manusia dan fasilitasi hak pilih mahasiswa luar Kota di ruang Rapat Rektorat.
Tim KPU Provinsi NTT dipimpin Ketua Jemris Fointuna, Anggota, Baharudin Hamzah dan Petrus Kanisius Nahak didampingi Plt. Sekretaris Melanie Sari Wila Hege, Kasubag Hukum dan SDM Bathseba S. Dapatalu.
Sedangkan Pimpinan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Godlief Fredrik Neonufa, MT didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerjasama Dr. Filmon Mikson Polin, SH.
Jemris Fointuna dalam pengantarnya menyampaikan pertemuan tersebut sebagai langkah awal membangun kemitraan dengan Unkris Artha Wacana Kupang, mengingat kompleksitas dan tantangan tersendiri segmen pemilih pemula dari kalangan mahasiswa perlu dipersiapkan sejak saat ini.
Sementara itu Baharudin Hamzah menjelaskan, rencana kerjasama terkait program pendidikan pemilih berkelanjutan KPU Mengajar, fasilitasi pemilih mahasiswa dari luar daerah untuk menggunakan hak pilihnya kedepan.
Sedangkan Rektor UKAW Prof. Godlief menyampaikan, antara KPU dan Artha Wacana selama ini sudah ada kerjasama yang melibatkan civitas akademika dalam berbagai program kepemiluan, salah satunya dalam proses seleksi Anggota KPU Kabupaten/Kota dimana terlibat sebagai tim seleksi maupun terkait konsultasi dan bantuan hukum dalam penyelenggaraan Pemilu.
Menurut Godlief, sebagai implementasi Tridarma Perguruan tinggi, UKAW menyambut baik rencana kerjasama tersebut.
Ia menambahkan pembelajaran demokrasi dan politik sangat penting bagi mahasiswa agar mereka bisa mengindari praktik politik uang dalam Pemilu.
“Kolaborasi kampus dan KPU Provinsi NTT dalam program ini agar para pemilih pemula tidak kehilangan hak pilih atau juga menjadi golput pada Pemilu mendatang” ujar Godlief.