KPU NTT kembali gelar Diskusi Tematik Kita Ngobrol Pemilu Part 13
Kupang, ntt.kpu.go.id - KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali gelar Diskusi Tematik Kita Ngobrol Pemilu, Demokrasi & Partisipasi Masyarakat (KoPi ParMas) Part 13 secara daring dengan tema “Integritas Penyelenggara sebagai Penentu Kepercayaan Masyarakat”, Rabu (25/2).
Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna, didampingi Anggota KPU Provinsi NTT Lodowyk Fredrik, Baharudin Hamzah, Elyaser Lomi Rihi, Plt. Sekretaris Melanie Sari Willa Hege, serta Kasubag Hukum dan SDM Bathseba Dapatalu.
Dalam arahnnya Jemris menegaskan, integritas penyelenggaraan pemilu sebagai kunci membangun kepercayaan masyarakat .Ia menilai ruang berbagi pengalaman perlu terus diperkuat sebagai bekal peningkatan kualitas penyelenggaraan, khususnya dalam menjaga integritas pada masa non-tahapan agar kepercayaan publik kepada KPU semakin kuat. Jemris menegaskan, integritas dan loyalitas tidak perlu dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring. Integritas berkaitan dengan nilai etika, sedangkan loyalitas merupakan bentuk ketaatan terhadap lembaga.
Diskusi menghadirkan narasumber Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat, Teguh Rahardjo, dan Anggota KPU Kota Kupang, Zunaidin Harun, yang diskusi dipandu moderator Matheus Dhajo Gesiradja, Kasubag Hukum dan SDM KPU Kabupaten Nagekeo itu, mengulas pentingnya menjaga konsistensi nilai integritas sebagai fondasi utama kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu.
Pasa sesi penutup, Lodowyk menekankan, integritas sebagai kualitas seseorang yang memiliki prinsip kuat serta mampu menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan dalam setiap situasi.
Sementara itu, Elyazer menegaskan, sikap sebagai perilaku sehari-hari, sedangkan integritas menyangkut komitmen terhadap nilai dan prinsip. Karena itu, apa yang dibicarakan harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar kepercayaan publik terus meningkat.
sedangkan Baharudin menegaskan, integritas adalah kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilaksanakan sebagai satu tarikan napas.Ia mengajak jajaran untuk terus merawat integritas dengan bekerja secara jujur.